Rabu, 07 Mei 2008

PERJALANAN

Perjalanan selalu beriringan dengan waktu, tapi tak sedikit yang berburu dan berpacu dengan waktu. Orang hidup tak lepas dari takdir. Namun orang juga bisa mengubah takdir. Batas waktu orang tak akan ada yang tahu. Begitu juga dengan batas hidup. Maka tak sedikit orang yang pasrah akan takdir, namun tak sedikit pula yang ingin mengubah takdir.
Manusia diciptakan oleh Tuhan dimuka bumi ini untuk hidup. Hidup disini tidak sekedar hidup. Setiap manusia diwajibkan bekerja untuk mencari sumber penghidupan yaitu makan dan sandang. Dalam hidup manusia tak dapat sendiri. Manusia sangat tergantung dengan alam, dengan sesama manusia dan makhluk lain dimuka bumi ini.
Banyak orang yang salah mengartikan bahwa alam ini diciptakan untuk manusia hanya untuk sekedar dimanfaatkan. Lebih dari itu, manusia harus bisa menjaga dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Alam akan murka bila manusia tidak bisa merawatnya. Makhluk hidup lain juga akan membuat manusia binasa untuk selamanya bila manusia tak dapat menjaganya.
Perjalanan hidup setiap individu memang beda-beda. Orang jawa bilang bahwa kehidupan itu ibarat roda yang berputar. Kadang diatas, kadang dibawah dan kadang disamping. Hal tersebut mereka artikan bahwa manusia akan mencapai puncak kejayaan bilamana berada pada posisi diatas, begitu pula sebaliknya manusia akan pada posisi yang paling sulit bila diposisi bawah.
Filosofi diatas saat ini tak dapat diartikan demikian. Banyak orang sekarang diliat dari materi dan segalanya melebihi manusia yang lain. Memang selama ini orang menilai berhasil tidaknya seseorang dalam penghidupan masih diukur dari kecukupan materi. Mereka lupa akan bathin mereka yang sebenarnya banyak menanggung hutang. Belum lagi dengan timbulnya penyakit yang saat ini sudah sangat banyak macamnya. Orang kaya tentu tidak mau berobat dirumah sakit yang kecil dengan alasan yang kadang sepele.
Tuhan itu maha adil, Tuhan tidak akan menguji umat-NYA melebihi batas kemampuannya. Orang juga kadang tidak sadar bahwa setiap masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-harinya adalah ujian. Jadi secara otomatis kita sebagai umat-NYA wajib menerima dan menjalaninya dengan keikhlasan hati.
Kita hidup dalam ekonomi pas-pasan itu berkah. Hidup dalam bergelimang harta juga berkah, bahkan hidup dalam kesusahan itu juga membawa berkah. Tergantung kita menghadapi dan menjalaninya secara tabah dan ikhlas. Manusia punya rencana, Tuhanlah yang menentukan; maka manusia juga harus bisa menahan diri, mawas diri menerima segala cobaan yang diberikan oleh-NYA.