Kepada seluruh keluarga besar The Jakmania, Pengurus, Korwil, Anggota, Simpatisan, baik yang berada di JABODETABEK atau yang berada diKota - kota lainnya. Salam Jempol Telunjuk.
Salam Indonesia saya sampaikan juga kepada kawan - kawan suppo...rter lainnya.
Hari ini kita semua tentunya sudah melihat, membaca dan mendengar pemberitaan di media elektronik, cetak maupun radio dan online, mengenai terjadinya bentrokan supporter yang diduga ( Bonek ) dan ( The Jakmania ) karena mereka menggunakan atribut masing - masing, saat Aksi menolak pencalonan Nurdin Halid sebagai calon Ketua Umum dan Pembekuan PSSI oleh Pemerintah, pada Kamis 24 Februari 2011 di seputar SUGBK dan MENPORA, yang menempatkan keduanya pada posisi PRO dan KONTRA
Terkait pemberitaan tersebut, maka saya sebagai Ketua Umum The Jakmania melalui pesan harian ini, menyampaikan hal - hal sebagai berikut :
1. Bahwa Keputusan Organisasi tidak memutuskan untuk aksi pada Kamis 24 Februari 2011, mengingat aksi yang sesungguhnya adalah Rabu 23 Februari 2011, jadi dipastikan bahwa itu bukan gerakan yang dilakukan organisasi The Jakmania
2. Bahwa bentrokan yang terjadi siang tadi merupakan bagian dari Skenario besar untuk mencemarkan nama baik The Jakmania yang selama ini, sejak 5 tahun lalu sudah menyatakan oposisi terhadap kepemimpinan Nurdin Halid, yang dilakukan oleh mereka yang inginkan Nurdin Halid tetap berkuasa
3. Bahwa target dari skenario ini adalah untuk memecah belah kekuatan gerakan moral supporter Indonesia untuk Revolusi PSSI
4. Bahwa saat ini ! Musuh The Jakmania adalah Rezim PSSI yang a Moral dan Korup, bukan sesama supporter Indonesia
5. Seruan kepada seluruh kekuatan gerakan Revolusi Moral PSSI, untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan diantara kita ! Hanya dengan kekuatan yang terorganisir, maka kita bisa mengalahkan kejahatan yang terorganisir !
Diam di tindas atau Bangkit Melawan !
Salam
Jakarta 24 Februari 2011
Ketua Umum The Jakmania
Lariko Ranggamone
Jumat, 25 Februari 2011
PENDEMO PENDUKUNG NURDIN HALID TERTIPU
TEMPO Interaktif, Jakarta - Para pendemo pendukung Nurdin Halid merasa tertipu. Pendemo yang didominasi anak anak sekolahan tersebut mengaku tak tahu menahu kalau mereka diajak untuk berdemo mendukung Nurdin.
"Diajaknya sih tadi demo nurunin Nurdin. Di sini malah untuk menghalangi suporter lain masuk stadion. Ini nyuruh kita bentrok," ujar Andri salah seorang bocah asal Jakarta Utara yang diajak demo.
Senada dengan Andri, teman temannya mengamini kalau mereka mendapatkan uang sebesar Rp 50 rebu buat demo. "Dari Jakarta Utara tadi naik 15 bus metromini," ujarnya seraya mengatakan uang tersebut, lumayan untuk main warnet dan membeli chit game buat modal.
Situasi di dalam Stadion Gelora Bung Karno, tepatnya di depan Kantor PSSI yang tadinya dikuasai massa yang pro PSSI sekarang berangsur meninggalkan kawasan Gelora Bung Karno. Sementara pengunjuk rasa berkaos merah yang mendesak Nurdin mundur, pindah ke Kementrian Pemuda dan Olahraga. "Saya gak tau bang, kalau di sini buat dukung Nurdin. Tadinya saya kira buat nurunin Nurdin. Tapi lumayan duitnya," ujar Agun bocah 15 tahun yang ikut demo.
ALWAN RIDHA RAMDANI
"Diajaknya sih tadi demo nurunin Nurdin. Di sini malah untuk menghalangi suporter lain masuk stadion. Ini nyuruh kita bentrok," ujar Andri salah seorang bocah asal Jakarta Utara yang diajak demo.
Senada dengan Andri, teman temannya mengamini kalau mereka mendapatkan uang sebesar Rp 50 rebu buat demo. "Dari Jakarta Utara tadi naik 15 bus metromini," ujarnya seraya mengatakan uang tersebut, lumayan untuk main warnet dan membeli chit game buat modal.
Situasi di dalam Stadion Gelora Bung Karno, tepatnya di depan Kantor PSSI yang tadinya dikuasai massa yang pro PSSI sekarang berangsur meninggalkan kawasan Gelora Bung Karno. Sementara pengunjuk rasa berkaos merah yang mendesak Nurdin mundur, pindah ke Kementrian Pemuda dan Olahraga. "Saya gak tau bang, kalau di sini buat dukung Nurdin. Tadinya saya kira buat nurunin Nurdin. Tapi lumayan duitnya," ujar Agun bocah 15 tahun yang ikut demo.
ALWAN RIDHA RAMDANI
Langganan:
Postingan (Atom)