Jumat, 19 Desember 2008

Petani Ekspor Salak Pondoh ke China


Eksportir Minta 20 Ton Setiap Kirim
Senin, 10 November 2008 11:18 WIB
Oleh Idha Saraswati
Sleman, KOMPAS - Sejumlah kelompok petani salak di Kabupaten Sleman mulai mengekspor salak pondoh ke China. Ekspor salak pondoh itu diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan para petani salak.
Sejak dimulainya musim panen raya salak pondoh Oktober lalu, sejumlah kelompok petani salak itu sudah mengekspor salak pondoh sebanyak tujuh kali. Setiap kali ekspor, mereka mengirimkan sekitar dua ton salak pondoh.
Menurut Surya Agung, Ketua Asosiasi Petani dan Pedagang Salak Indomerapi, eksportir salak di Jakarta meminta mereka mengirim salak sebanyak dua kali dalam satu minggu. "Setiap pengiriman mereka minta dua ton salak pondoh. Besok (Senin) ini adalah pengiriman yang ke delapan kali," tuturnya, Minggu (9/11), di Sleman.
Eksportir salak sebenarnya meminta petani menyediakan sedikitnya 20 ton salak setiap kali pengiriman. Namun, kuota itu belum bisa dipenuhi para petani karena panen raya baru saja dimulai.
Surya mengatakan, saat ini ada empat kelompok petani yang terdaftar sebagai pemasok salak pondoh ke China. Untuk memenuhi kuota yang diminta eksportir, jumlah kelompok tani yang dilibatkan harus ditambah. "Sekarang sudah ada 17 kelompok tani yang mau bergabung. Kalau produksi salak pondoh sudah banyak, eksportir siap menerima karena permintaan salak di China memang cukup tinggi, terutama pada waktu perayaan Imlek kemarin," ucap Surya.
Produksi
Di Kabupaten Sleman, setidaknya ada sekitar 2.000 hektar lahan salak pondoh yang dikelola petani. Dalam setahun, total produksi salak pondoh bisa mencapai 1.500 ton. Saat ini, harga salak pondoh di pasar lokal berkisar Rp 5.000-Rp 6.000 per kilogram, jauh menurun dari harga September lalu yang bisa mencapai Rp 15.000 per kilogram. Sedangkan harga salak pondoh yang diekspor berkisar antara Rp 7.000- Rp 8.000 per kilogram.
Menurut Surya, pada saat panen raya, selisih harga jual antara pasar lokal dan ekspor itu sudah cukup menguntungkan petani. Meski begitu, ia berharap harga jual salak ekspor bisa lebih tinggi.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Sleman CC Ambarwati mengatakan, ekspor salak seharusnya bisa mendongkrak harga. Apalagi, proses budidaya salak pondoh yang diekspor itu berbeda dengan salak di pasaran. Tim dari China sudah dua kali datang ke kebun petani dan menyatakan salak tersebut layak masuk ke China.
Dengan alasan itu, ujar Ambar, pihak eksportir harusnya membeli salak petani dengan harga yang lebih tinggi. "Kalau harga di pasar Rp 8.000 per kilogram, salak pondoh dari petani harusnya dibeli di atas Rp 10.000. Dengan begitu, kesejahteraan petani bisa meningkat," ucapnya.

KELOMPOK P3A KEMBANG JUARA NASIONAL

Pengurus P3A Kelompok Tirto Mulyo Kembang Wonokerto,Turi Dipilih Langsung
Pemilihan secara tunjukan dan acungan biasanya hasilnya tidak akan maksimal dan banyak sekali kelemahannya. Dia berharap bahwa dengan dibentuknya pengurus secara pilihan ini akan membuat kepengurusan ini lebih eksis lagi dan mereka-mereka yang terpilih kan sudah punya pengalaman dibidangya masing-masing. Kepengurusan ini untuk memilih kepengurusan periode 2009 sampai dengan 2011 atau masa bakti selama tiga tahun.Pada hari Kamis tanggal 18 Desember 2008 bertempat di Gedung P3A Dusun Kembang, Wonokerto Turi Sleman telah berlangsung acara yang benar-benar langka di bidang organisasi Perkumpulan Petani Pemakai Air ( P3A ) di Dusun Kembang tersebut. Dalam pemilihan tersebut dihadiri oleh calon pengurus dan calon pemilih serta dihadiri oleh BAPPEDA, Dinas P3BA, serta tokoh masyarakat dan Kepala Desa setempat. P3A Dusun Kembang ini merupakan P3A yang mampu meraih penghargaan dari menteri Pekerjaan Umum sebagai pemenang P3A terbaik aspek pembiayaan / keuangan dalam lomba Perkumpulan Petani Pemakai Air dan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air ( GP3A) / induk P3A tingkat nasional tahun 2008 yang dilaksanakan pada Bulan Juli 2008. Dalam kesempatan tersebut Kepala Seksi Bina Manfaat Bidang Pengairan Dinas P3 BA Kabupaten Sleman. Ir Adi Muritno,SPI mengatakan agar pemilihan pengurus ini dapat dilakukan secara demokrasi dan apapun hasilnya kalau sudah terpilih secara demokrasi semuanya saling menghormati dan harus dihormati, sehingga tidak menimbulkan masalah dalam organisasi tersebut. Mengingat Organisasi ini sudah mencapai prestasi yang membanggakan yaitu Juara tingkat Propinsi untuk tahun 2008 dan tingkat Nasional aspek keuangan. Untuk itu diharapkan untuk kedepannya bukan hanya mengurusi masalah air saja agar lebih memokuskan kedepan memaksimalkan Badan Hukum yaitu dengan membuka jejaring misalnya ke Pusri, mini market, atau membuka jejaring dengan usaha-usaha lainya sehingga disamping memaksimalkan penghasilan para kelompok dan menambah wawasan kedepan. Bila kita tidak pandai-pandai menggunakan Badan Hukum kapan lagi kita mau maju dan mensejahterakan anggota?. Dia juga berpesan bahwa siapapun menjadi pengurus harus mempunyai kriteria 3 R yaitu Bener, Kober dan Pinter. Selanjutnya pemilihan pengurus yang dilakukan dengan cara melingkari nomor yang telah disediakan nama - nama calon anggota tersebut, para pemilih diwajibkan melingkari 5 nomor dan nama yang mereka pilih sesuai dengan hati nurani mereka masing-masing. Dan pemilihan ini benar-benar unik dan baru pertama kali ini di Kabupaten Sleman dalam mengadakan pemilihan pengurus P3A diadakan secara demokrasi. Selama ini pemilihan pengurus P3A biasanya hanya secara tunjukan saja. Hal ini menggambarkan bahwa di Dusun yang begitu jauh dari keramaian kota pun justru sangat menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Pada kesempatan tersebut ketua kelompok Tirto Mulyo Sariyo Admodjo menyatakan bahwa pemilihan secara tunjukan dan acungan biasanya hasilnya tidak akan maksimal dan banyak sekali kelemahannya. Dia berharap bahwa dengan dibentuknya pengurus secara pilihan ini akan membuat kepengurusan ini lebih eksis lagi dan mereka-mereka yang terpilih kan sudah punya pengalaman dibidangya masing-masing. Kepengurusan ini untuk memilih kepengurusan periode 2009 sampai dengan 2011 atau masa bakti selama tiga tahun. Dalam pelaksanaan Pemilihan tersebut semua panitia pemilihan mengenakan pakaian jawa Mataraman Komplit sehingga pemilihan tersebut berkesan anggun dan sakral. Pemilihan kepengurusan tersebut berjalan lancar dan hikmat yang dihadiri tidak kurang dari 75 peserta dan setiap peserta mewakili 10 orang. Untuk itu Ketua kelompok Tirto Mulyo berharap lebih lanjut agar pemilihan semacam ini merupakan penggugah semangat bagi kelompok-kelompok P3A yang lainnya di Kabupaten Sleman. Untuk itu ia berharap agar semua warga Wonokerto untuk bersama-sama harus berani memulai hal-hal yang baik demi kemakmuran dan kemajuan masyarakat kita bersama khusunya warga Wonokerta dan Kabupaten Sleman pada umumnya. Berdasarkan data yang ada di Dinas P3BA di Kabupaten Sleman ini terdapat 442 P3A dan ada 2.069 buah Daerah Irigasi. * * *