Selasa, 12 Mei 2015

KAMPUNG YANG KUTINGGALKAN KINI TELAH BERUBAH



Kehidupan kampung yang adem baik suasana alamnya maupun suasana kehidupan masyarakatnya memang tak pernah dapat dilupakan. Tak pernah ada niatan untuk meninggalkan kampung tercinta kalo bukan karena tuntutan ekonomi. Didorong oleh pendapatan ekonomi yang minim dari hasil pertanian dengan lahan yang terbatas, maka tak sedikit membangkitkan niat para pemuda didusunku untuk merantau ke kota atau bahkan ke negeri sebrang.

Yah .. tuntutan ekonomi. Dengan pendidikan yang pas pasan serta ketiadaan modal untuk mengembangkan usaha dikampung halaman menjadi alasan utama para pemuda dan pemudi mengadu nasib dirantau. Belajar dari pengalaman, ada pemuda pemudi yang kembali kekampung setelah dirasa cukup mendapat pengalaman serta memiliki modal untuk memulai usaha. Tapi tak sedikit pula oleh keterbatasan kemampuan tehnik yang kembali ke kampung halaman dengan satu tekad untuk mengelola apa yang ada di kampung halaman. Kehidupan dikampung Kembang yang identik dengan kegiatan gotong royong dari jaman penulis masih kecil hingga sekarang mendorong kemajuan kampung Kembang menjadi sebuah kampung binaan.

Pembangunan fasilitas umum seperti jalan kampung, jembatan, pagar kebun dan gedung serba guna dilakukan dengan cara bergotong royong. Pembangunan dibidang ekonomi pun telah berdiri koperasi simpan pinjam yg berdiri sejak era tahun 1990. Saat ini telah berdiri Kelompok Tani Kembang Mulyo, yang menjadi proyek percontohan kelompok tani salak pondoh di wilayah Sleman. Hasilnya Salak Pondoh dari Kelompok ini telah menembus pangsa luar negeri yaitu China dan Thailand. Kampung Kembang juga pernah menyabet gelar juara nasional tata kelola air. 

Adanya kelompok Tani dengan terobosan pengembangan kebon salak menjadi wisata agro serta tata kelola air yang telah teruji menjadi daya tarik tersendiri bagi pemilik modal untuk membuka usaha restoran dan outbond Kampung Jawa Kembang. Hal tersebut juga didukung oleh kelompok perikanan dari kampung Garongan yang juga masih wilayah pedukuhan Kembang.  Kolaborasi antara masyarakat sekitar dalam membangun kampungnya dengan didukung oleh pemodal yang mau menginvestasikan modalnya membuat dusun Kembang menjadi menggeliat. 

Ada sedikit rasa bangga bahwa kampung kini bukanlah kampungku yang dulu, tapi ada perasaan malu dalam diri saya sebagai pemuda kampung Kembang tak mampu melihat dan memanfaatkan peluang. Semoga masuknya pihak luar ke dalam lingkungan Kampung Kembang bisa menjadi Kampung yang dinamis dan berbudaya tanpa meninggalkan norma norma yang selama ini ada. Ungkapan hormat dan salut kepada tokoh masyarakat Kembang & Garongan serta para pemuda kedua dusun tersebut. Semoga kita tetap menjadi tuan didalam rumah kita sendiri.

Tidak ada komentar: